Pemeriksaan kondisi if

Gunakan if .. then atau if .. then .. else untuk menjalankan kode yang sesuai saat kondisi bernilai benar. Berbeda dengan bahasa keluarga C: ekspresi kondisi di Pascal tidak perlu dibungkus tanda kurung.

var
  A: Integer;
  B: boolean;
begin
  // Hanya satu perintah jika kondisi terpenuhi, tidak perlu begin end
  if A > 0 then
    DoSomething;

  // Beberapa perintah setelah kondisi, wajib bungkus dengan begin end
  if A > 0 then
  begin
    DoSomething;
    AndDoSomethingMore;
  end;

  // Struktur if-else satu baris
  if A > 10 then
    DoSomething
  else
    DoSomethingElse;

  // Logika sama persis dengan kode di atas: simpan hasil perbandingan ke variabel boolean terlebih dahulu
  B := A > 10;
  if B then
    DoSomething
  else
    DoSomethingElse;
end;Code language: JavaScript (javascript)

Aturan pasangan else

else akan berpasangan dengan if terdekat yang belum memiliki pasangan else. Kode di bawah berjalan sesuai harapan:

if A <> 0 then
  if B <> 0 then
    AIsNonzeroAndBToo
  else
    AIsNonzeroButBIsZero;Code language: HTML, XML (xml)

Else di sini milik if bagian dalam if B <> 0.

If bersarang tanpa blok diperbolehkan secara sintaks tapi sulit dibaca. Disarankan bungkus seluruh logika bersarang dengan begin … end agar batas logika jelas; meskipun indentasi berantakan, pembaca mudah membedakan cakupan dan menghindari bug saat menambah atau menghapus cabang.

Cara penulisan standar yang dioptimalkan:

if A <> 0 then
begin
  if B <> 0 then
    AIsNonzeroAndBToo
  else
    AIsNonzeroButBIsZero;
end;Code language: HTML, XML (xml)
  • Kondisi setelah if tidak pakai kurung (wajib di C/C++/Java, kebalikan di Pascal);
  • Jika hanya satu baris setelah then: begin end bisa dihilangkan; jika banyak baris wajib pakai;
  • else berpasangan dengan if dalam terdekat; untuk struktur bersarang selalu gunakan blok agar tidak ada makna ganda;
  • Ekspresi perbandingan (contoh: A>10) bisa langsung dimasukkan ke variabel boolean.

Berikut contoh lengkap yang bisa dijalankan: sistem penilaian skor ujian

Aturan logika:

  • ≥90 → A
  • ≥80 dan <90 → B
  • ≥60 dan <80 → C
  • <60 → D
{$ifdef FPC} {$mode objfpc} {$H+} {$endif}
{$codepage utf8}
program ScoreLevel;

var
  score: Integer;
begin
  Write('Masukkan skor ujian: ');
  ReadLn(score);

  if score >= 90 then
    Writeln('Nilai: A')
  else if score >= 80 then
    Writeln('Nilai: B')
  else if score >= 60 then
    Writeln('Nilai: C')
  else
    Writeln('Nilai: D');

  ReadLn;
end.Code language: PHP (php)

Kompilasi lalu jalankan program

Masukkan skor ujian: 96
Nilai: A

Program akan meminta Anda memasukkan skor, lalu menampilkan nilai yang sesuai.

Karakter non-Inggris bisa muncul rusak, tambahkan baris ini: {$codepage utf8}

Kita juga bisa bungkus logika penentuan nilai ke dalam fungsi.

{$ifdef FPC} {$mode objfpc} {$H+} {$endif}
{$codepage utf8}
program ScoreLevelFunc;

function GetLevel(s: Integer): string;
begin
  if s >= 90 then
    Result := 'A'
  else if s >= 80 then
    Result := 'B'
  else if s >= 60 then
    Result := 'C'
  else
    Result := 'D';
end;

var
  score: Integer;
begin
  Write('Skor Anda: ');
  ReadLn(score);
  Writeln('Nilai Anda: ', GetLevel(score));
  ReadLn;
end.Code language: PHP (php)

Pemeriksaan kondisi if

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *